Jumat, 30 November 2012

TENTANG BASKET

Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang besar, sehingga tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut.

Lapangan, waktu, dan jumlah pemain bola basket

  

Lapangan bola basket berbentuk persegi panjang dengan dua standar ukuran, yakni panjang 28,5 meter dan lebar 15 meter untuk standar National Basketball Association dan panjang 26 meter dan lebar 14 meter untuk standar Federasi Bola Basket Internasional. Tiga buah lingkaran yang terdapat di dalam lapangan basket memiliki panjang jari-jari yaitu 1,80 meter.

Jumlah pemain dalam permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu dengan cadangan 5 orang. Sedangkan jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah 2 orang. Wasit 1 disebut Referee sedangkan wasit 2 disebut Umpire.
Waktu permainan 4 X 10 menit. Di antara babak 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan harus diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara dua babak tambahan terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk lemparan ke dalam yaitu 5 detik.
Keliling bola yang digunakan dalam permainan bola basket adalah 75 cm - 78 cm. Sedangkan berat bola adalah 600 - 650 gram. Jika bola dijatuhkan dari ketinggian 1,80 meter pada lantai papan, maka bola harus kembali pada ketinggian antara 1,20 - 1,40 meter.
Panjang papan pantul bagian luar adalah 1,80 meter sedangkan lebar papan pantul bagian luar adalah 1,20 meter. Dan panjang papan pantul bagian dalam adalah 0,59 meter sedangkan lebar papan pantul bagian dalam adalah 0,45 meter.
Jarak lantai sampai ke papan pantul bagian bawah adalah 2,75 meter. Sementara jarak papan pantul bagian bawah sampai ke ring basket adalah 0,30 meter. Ring basket memiliki panjang yaitu 0,40 meter. Sedangkan jarak tiang penyangga sampai ke garis akhir adalah 1 meter.
Panjang garis tengah lingkaran pada lapangan basket adalah 1,80 meter dengan ukuran lebar garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu 6 meter. Sedangkan panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 meter.


Peraturan permainan bola basket

Aturan dasar pada permainan Bola Basket adalah sebagai berikut:
  • Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
  • Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
  • Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
  • Bola harus dipegang di dalam atau di antara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
  • Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
  • Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5.
  • Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
  • Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
  • Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
  • Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
  • Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
  • Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
  • Satu gol berarti 2 point didapat
  • Pihak yang berhasil memasukkan bola ke ring terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang

1. Passing dan Catching
Passing berarti mengoper, sedangkan catching artinya menangkap. Setiap pemula harus belajar mengenai cara mengoper dan menangkap bola dengan temannya. Ingat, kemampuan mengoper dan menangkap harus sama baiknya, tidak boleh hanya mahir sebagian. Dalam passing terdapat beberapa teknik antara lain :
a. Chest pass (operan setinggi dada)
Operan ini dimulai dari memegang bola di depan dada,  kemudian bola dilempar lurus dengan telapak tangan ke arah luar.
b. Bounce pass (operan pantul)
Sama dengan chest pass, bedanya hanya lemparan diarahkan ke lantai, usahakan titik pantulnya berada di 3/4 jarak dari pengoper bola.
c. Overhead pass (operan diatas kepala)
Operan dilakukan dengan kedua tangan berada di atas. Penerima bola juga menangkap dengan posisi tangan di atas.
d. Baseball pass
Operan ini dilakukan di atas/belakang kepala, bertujuan agar passing melambung dan melewati lawan. Operan jarak jauh yang dilakukan biasanya lebih dari setengah panjang lapangan. Operan ini tidak terlalu akurat namun berguna pada fast break.
e. Behind the back pass
Teknik gerakan behind the back pass merupakan gerakan yang rumit untuk para pemula. Butuh latihan tekun dan berulang-ulang untuk bisa melakukan gerakan ini dengan baik dan benar. Operan ini sekarang sudah menjadi senjata menyerang yang umum. Keunggulan umpan ini yaitu lawan tidak mengetahui sasaran yang ingin dituju.

2. Dribbling (menggiring bola)
Prinsip dalam mengajarkan teknik dribble antara lain:
•    Kontrol pada jari-jari tangan
•    Mempertahankan tubuh tetap rendah
•    Kepala tegak
•    Melatih kedua tangan agar sama-sama memiliki dribble yang bagus
•    Lindungi bola (protect the ball)
Macam-macam dribble :
a.  Change of pace dribble
Dribble ini adalah yang paling umum dalam bola basket dan digunakan untuk membuat pemain bertahan berfikir bahwa pelaku dribble akan memperlambat atau mempercepat tempo dribble.
b. Low or control dribble
Dribble ini dilakukan setiap kali pemain dijaga dengan ketat. Tipe dribble ini digunakan untuk menjaga bola agar tetap rendah dan terkontrol. Bola didribble di sisi tubuh, jauh dari pemain bertahan. Telapak tangan yang mendribble bola diusahakan agar tetap berada di atas bola.
c. High or speed dribble
Ketika pemain berada di lapangan terbuka dan harus bergerak secepatnya dengan bola, maka ia akan menggunakan dribble ini. Ketika berlari dengan cepat, pemain akan mendorong bola di depannya dan membiarkan bola melambung ke atas setinggi pinggulnya. Tangan yang mendribble tidak berada di atas bola, melainkan di belakang bola.
d.  Crossover dribble
Crossover dribble adalah gerakan memindahkan bola dari tangan yang satu ke arah tangannya yang lain. Gerakan ini sangat bagus untuk memperdaya pemain bertahan. Namun bola bisa dicuri bila dribble tidak dilakukan dengan baik, karena posisi bola tidak terjaga.
e. Behind the back dribble
Jenis dribble ini digunakan ketika pemain mengganti arah supaya terbebas dari pemain bertahan. Bola digerakkan dari satu sisi tubuh ke sisi tubuh yang lain dengan mengayunkannya di belakang tubuh.
f. Between the legs dribble
Dribble ini adalah cara yang cepat untuk memindahkan bola dari satu tangan ke tangan yang lain melewati sela kaki. Digunakan ketika pendribble bola dijaga dengan ketat atau ingin mengganti arah.
g. Spin dribble
Dribble ini dilakukan untuk mengganti arah dan memantulkan bola dari satu tangan ke tangan yang lain ketika dijaga dengan ketat. Dribble ini harus dilakukan dengan cepat. Saat dribble, dorong bola ke lantai dan berputar mengelilingi pemain bertahan.
3. Shooting (menembak bola ke arah keranjang)
a.  Set shoot
Tembakan ini jarang dilakukan pada permainan biasa. Karena jika penembak tidak melompat, maka tembakannya akan mudah dihalangi. Umumnya tembakan ini dilakukan saat lemparan bebas atau bila memungkinkan untuk menembak tanpa rintangan (free throw).
b. Lay-up shoot
Lay-up dilakukan di akhir dribble. Pada jarak beberapa langkah dari ring, penggiring bola secara serentak mengangkat tangan dan lutut ke atas ketika melompat ke arah keranjang.
c. Jump shoot
Tembakan ini sering dilakukan saat pemain menyerang tidak bisa mendekati keranjang. Tembakan ini sangat sulit dihalangi karena dilakukan pada titik tertinggi lompatan vertical penembak.
4. Cara berputar (Pivot)
Pivot adalah gerakan memutar badan dengan menggunakan salah satu kaki sebagai poros putaran (setelah kita menerima bola). Ada tiga alternatif gerakan yang bisa dilakukan:
a. Pivot kemudian dribble (membawa bola)
b. Pivot kemudian passing (melempar bola)
c. Pivot kemudian shooting (menembakan bola)
5. Jump stop
Jump stop merupakan sebuah gerak berhenti terkendali dan dengan menggunakan dua kaki. Jump stop bisa digunakan pemain penyerang untuk memantapkan kaki yang akan dipakai untuk pivot (poros), menghindari traveling, dan mempertahankan keseimbangan tubuh dengan baik.
6. Rebound
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat rebound yaitu make contact, box out, dan jump to the ball. Dalam era basket modern sekarang ini diperlukan gerakan rebound dalam suatu pertandingan. Apabila sebuah tim tidak mempunyai keinginan untuk melakukan defensive rebound maupun offensive rebound, dapat dipastikan tim itu akan kehilangan banyak kesempatan kedua untuk melakukan score pada saat pertandingan.
.....

Senin, 26 November 2012

tugas bk



            Pada suatu hari lahirlah anak dari orang tua yang cukup sukses , dia bernama
Hellen , dia merupakan anak terakhir dari orang tua itu . Seorang anak perempuan
 yang cantik tetapi mempunyai banyak kekurangan . Dia mempunyai kekurangan
yang sangat berat untuk dirasakan keluarganya dan dirinya sendiri . Dia tidak bisa
 melihat , berbicara , dan mendengar . Keluarganya cukup sulit untuk menerima
kenyataan itu . Dan sempat terkadang di dalam benak sang keluarga , Hellen akan
dititipkan ke panti asuhan anak . Tetapi si ibu tidak mau bila anaknya dimasukkan
ke dalam panti , karena ibu lebih bisa merasakan apa yang dirasakan anaknya . Oleh
karena itu si ibu terus berusaha agar anaknya bisa merasakan seperti anak yang
normal lainnya . Akhirnya terpikir suatu jalan keluar oleh ibunya dengan memanggil
seorang guru yang dapat mengatasi dan membantu anak seperti Hellen . Dipanggil
lah seorang guru yang tegar dan mempunyai jiwa semangat yang tinggi . Dan dia
 yakin , dia pasti bisa mengatasi dan membantu Hellen agar bisa melakukan apapun
seperti anak normal lainnya meski tidak menggunakan tiga indera tersebut . Dia
selalu mencoba untuk membuat Hellen hidup menjadi lebih mandiri . Dan ingin merubah sifat Hellen yang pemarah , yang selalu manja kepada ibunya agar menjadi
lebih manis lembut dan mempunyai rasa sayang . Berbagai cara dilakukan oleh si guru agar dapat merubah sifat sifat Hellen itu . Meskipun Hellen tidak menyukai guru tersebut yang selalu mengatur Hellen . Kadang cara pengajaran guru tersebut sedikit kasar tetapi si ibu yakin itulah yang terbaik buat anaknya . Si guru memulai pengajarannya dengan memberikan suatu hadiah boneka . Hellen pun terlihat senang ketika menggendong boneka itu . Hellen sangat berbakat kata si guru , meskipun Hellen tidak dapat melihat namun Hellen masih bisa merasakan , buktinya ketika menggendong boneka itu , Hellen berusaha untuk menyamakan apa yang ada di dirinya dengan yang ada di boneka . Hellen mempunyai dua mata boneka pun juga sama , Hellen mepunyai hidung bonekanya pun juga mempunyai , Hellen mempunyai mulut di bawah hidung , dan rambut diatas kepala , boneka pun juga demikian . Hellen memang anak yang cerdas meskipun banyak kekurangan yang ia miliki . Tetapi ketika waktu selesai bermain dia masih bermain boneka , si guru mencoba untuk merebutnya . Tetapi Hellen malah marah dan mengamuk . Berbagai perabotan yang ada di kamar tersebut pun jadi berantakan dan pecah , tetapi setelah makan permen coklat yang dikasih ibunya , Hellen pun sedikit tenang . Si guru pun dapat menilai lagi , Hellen anak yang cerdas tetapi juga pemarah . Ini yang membuat perjuangan gurunya akan semakin berat . Keesokan harinya ketika waktu sarapan pun tiba , semua pun telah hadir di meja makan , termasuk Hellen dan gurunya itu . Tetapi konflik pun mulai terjadi ketika Hellen makan menggunakan tangan , si guru pun tidak terbiasa dengan keadaan ini meskipun sang keluarga sudah terbiasa dengan keadaan ini . Si guru pun mulai meminta waktu lagi untuk mengajari cara makan dengan baik , meskipun waktu itu adalah waktu untuk seluruh keluarga bersarapan . Sangat sulit untuk mengajarkan makan menggunakan sendok pada Hellen , karena selama ini Hellen belum mengetahui makan menggunakan sendok , dia hanya mengetahui makan menggunakan tangan , yang lebih cepat . Hellen pun mengamuk lagi , ketika makanan nya disembunyikan oleh si guru . Si guru pun mengajarkan makan menggunakan sendok , tetapi Hellen tidak suka dan tidak mau .   Terjadi lah pertengkaran diantara mereka , yang saling menampar menyiram air dan lainnya . Setelah beberapa lama akhirnya Hellen pun dapat makan menggunakan sendok meski ia terlihat takut dengan si guru . Kemudian si guru   pun kembali ke kamar dan melanjutkan  membaca buku-bukunya itu . Sang ayah pun marah dan tidak terima atas perlakuan guru tersebut kepada anaknya . Karena menurutnya cara sang guru tersebut terlalu kasar kepada anaknya . Sempat terlintas di benak sang ayah untuk memecat guru tersebut dan pilihan memasukkan Hellen ke panti asuhan anak ialah pilihan yang terbaik . Tetapi guru bersikeras untuk tetap mengajarkan kepada anak itu agar menjadi lebih baik , dan ia mengatakan bahwa ke panti asuhan anak ialah pilihan yang buruk bagi masa depan Hellen , ia juga mengatakan bahwa Hellen mempunyai harapan dan cita cita yang besar dan Hellen ingin merasakan orang tua nya . Sang ayah pun tetap tidak suka dengan guru tersebut . Akhirnya terdapat pemecahan suatu masalah atau melalui perundingan keluarga . Si guru akan diberi kesempatan untuk mengajar kepada Hellen lagi dengan dibatasi waktu satu minggu . Si guru pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu meski waktu tersebut sangat pendek dan sangat terbatas . Akhirnya sang guru pun menyetujui dengan syarat , Hellen harus tinggal bersamanya saja di sebuah rumah milik  keluarga tersebut di belakang kebun yang tempat tinggalnya belum pernah diketahui oleh Hellen . Dengan rasa berat sang ayah pun memenuhi persyaratan itu karena sudah terjadi sebuah perjanjian . Satu minggu waktu yang tidak disia-siakan oleh si guru . Si guru pun memulai mengajari untuk mengenal lingkungan baru yang tidak bersama ayah dan ibunya . Awalnya Hellen sangat takut ketika ia menyadari ia hanya tinggal bersama si guru tersebut . Hellen pun terlihat lelah seharian mengamuk , kemudian ia bersembunyi di bawah kasur untuk beberapa waktu yang lama . Ketika beberapa lama tinggal bersama si guru , Hellen pun mulai bisa beradaptasi dengan keadaan itu , keadaan di rumah itu dan dapat beradaptasi dekat dengan si guru . Si guru pun mulai mengajari mengeja kata kata benda yang ada di sekelilingnya , kata pertama yang diajarkan adalah D-O-L-L , karena dia suka dengan boneka itu , dan juga kata kata yang lain . Hingga beberapa kata telah dikuasai oleh Hellen . Si guru pun juga mulai mengajari makan menggunakan sendok , mengajari untuk menjadi anak yang lebih lembut , mengajari untuk melipat serbet dan lain lain . Meskipun di sela sela waktu mengajar Hellen sempat untuk marah dan mengamuk lagi , tapi hal semua itu bisa diatasi oleh si guru dengan mudah . Satu minggu berselang , meskipun belum bisa memahami total tapi Hellen setidaknya sudah banyak mengetahui apa yang ada di sekelilingnya . Pada waktu itu si ibu melihat banyak perubahan yang terjadi pada Hellen , Hellen rela kelaparan jika makan tidak menggunakan sendok , Hellen pun dapat menunjukkan bahwa dia bisa makan secara beretika menggunakan sendok dengan pelan pelan . Si ibu pun langsung memeluk Hellen dengan serapat-rapatnya , bukti bahwa si ibu sangat rindu dan bangga pada Hellen anaknya itu . Sang ayah pun juga ikut gembira dan senang , sang ayah sempat menyesal telah berbicara kasar pada si guru itu . Sang ayah pun bersedia agar si guru tersebut melanjutkan mengajar lagi pada anaknya Hellen . Dan kembali mengajar lagi di rumah orang tua Hellen kembali bukan rumah yang berada di belakang kebun itu . Si guru pun menyetujui dan kembali lagi untuk mengajar Hellen . Ketika kembali ke rumah itu Hellen sangat banyak perubahan , dari anak yang pemarah sekarang menjadi anak yang manis dan lembut . Si guru pun juga senang karena separuh dari perjuangannya mengajar Hellen akan berhasil . Si guru pun mulai mengajari kembali mengeja kata kata , tetapi sekarang bukan lah kata benda yang diajarkan pada Hellen , tetapi kata seperti M-O-T-H-E-R dan F-A-T-H-E-R . Kini ia bisa mengenal siapa ayah dan ibunya , dan T-E-A-C-H-E-R , ia sekarang bisa mengenal juga gurunya . Dia sudah bisa merasakan kasih sayang orang tua , guru , dan semua keluarganya . Kini Hellen telah berubah , Hellen yang pemarah kini menjadi gadis yang manis lembut dan ceria . Dan setelah ia besar ia menjadi orang yang sukses dan orang yang tidak dapat diperhitungkan besar perjuangannya melewati semua itu .*kini kita bisa ambil hikmah dari cerita ini , cerita yang berisi perjuangan untuk hidup , cerita nyata ini juga bisa mengatakan bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini , kita harus berjuang dan jangan menyerah melewati semua ini*
CERITA SEBUAH
PERJUANGAN
HIDUP


TUGAS BK
 













DIMAS WIJAYA KUSUMAX AP 126