Pada suatu hari lahirlah anak dari
orang tua yang cukup sukses , dia bernama
Hellen
, dia merupakan anak terakhir dari orang tua itu . Seorang anak perempuan
yang cantik tetapi mempunyai banyak kekurangan
. Dia mempunyai kekurangan
yang
sangat berat untuk dirasakan keluarganya dan dirinya sendiri . Dia tidak bisa
melihat , berbicara , dan mendengar .
Keluarganya cukup sulit untuk menerima
kenyataan
itu . Dan sempat terkadang di dalam benak sang keluarga , Hellen akan
dititipkan
ke panti asuhan anak . Tetapi si ibu tidak mau bila anaknya dimasukkan
ke
dalam panti , karena ibu lebih bisa merasakan apa yang dirasakan anaknya . Oleh
karena
itu si ibu terus berusaha agar anaknya bisa merasakan seperti anak yang
normal
lainnya . Akhirnya terpikir suatu jalan keluar oleh ibunya dengan memanggil
seorang
guru yang dapat mengatasi dan membantu anak seperti Hellen . Dipanggil
lah
seorang guru yang tegar dan mempunyai jiwa semangat yang tinggi . Dan dia
yakin , dia pasti bisa mengatasi dan membantu
Hellen agar bisa melakukan apapun
seperti
anak normal lainnya meski tidak menggunakan tiga indera tersebut . Dia
selalu
mencoba untuk membuat Hellen hidup menjadi lebih mandiri . Dan ingin merubah
sifat Hellen yang pemarah , yang selalu manja kepada ibunya agar menjadi
lebih
manis lembut dan mempunyai rasa sayang . Berbagai cara dilakukan oleh si guru
agar dapat merubah sifat sifat Hellen itu . Meskipun Hellen tidak menyukai guru
tersebut yang selalu mengatur Hellen . Kadang cara pengajaran guru tersebut
sedikit kasar tetapi si ibu yakin itulah yang terbaik buat anaknya . Si guru
memulai pengajarannya dengan memberikan suatu hadiah boneka . Hellen pun
terlihat senang ketika menggendong boneka itu . Hellen sangat berbakat kata si
guru , meskipun Hellen tidak dapat melihat namun Hellen masih bisa merasakan ,
buktinya ketika menggendong boneka itu , Hellen berusaha untuk menyamakan apa
yang ada di dirinya dengan yang ada di boneka . Hellen mempunyai dua mata
boneka pun juga sama , Hellen mepunyai hidung bonekanya pun juga mempunyai ,
Hellen mempunyai mulut di bawah hidung , dan rambut diatas kepala , boneka pun
juga demikian . Hellen memang anak yang cerdas meskipun banyak kekurangan yang
ia miliki . Tetapi ketika waktu selesai bermain dia masih bermain boneka , si
guru mencoba untuk merebutnya . Tetapi Hellen malah marah dan mengamuk .
Berbagai perabotan yang ada di kamar tersebut pun jadi berantakan dan pecah ,
tetapi setelah makan permen coklat yang dikasih ibunya , Hellen pun sedikit
tenang . Si guru pun dapat menilai lagi , Hellen anak yang cerdas tetapi juga
pemarah . Ini yang membuat perjuangan gurunya akan semakin berat . Keesokan
harinya ketika waktu sarapan pun tiba , semua pun telah hadir di meja makan ,
termasuk Hellen dan gurunya itu . Tetapi konflik pun mulai terjadi ketika
Hellen makan menggunakan tangan , si guru pun tidak terbiasa dengan keadaan ini
meskipun sang keluarga sudah terbiasa dengan keadaan ini . Si guru pun mulai
meminta waktu lagi untuk mengajari cara makan dengan baik , meskipun waktu itu
adalah waktu untuk seluruh keluarga bersarapan . Sangat sulit untuk mengajarkan
makan menggunakan sendok pada Hellen , karena selama ini Hellen belum
mengetahui makan menggunakan sendok , dia hanya mengetahui makan menggunakan
tangan , yang lebih cepat . Hellen pun mengamuk lagi , ketika makanan nya
disembunyikan oleh si guru . Si guru pun mengajarkan makan menggunakan sendok ,
tetapi Hellen tidak suka dan tidak mau .
Terjadi lah pertengkaran diantara mereka , yang saling menampar menyiram
air dan lainnya . Setelah beberapa lama akhirnya Hellen pun dapat makan
menggunakan sendok meski ia terlihat takut dengan si guru . Kemudian si
guru pun kembali ke kamar dan
melanjutkan membaca buku-bukunya itu .
Sang ayah pun marah dan tidak terima atas perlakuan guru tersebut kepada
anaknya . Karena menurutnya cara sang guru tersebut terlalu kasar kepada
anaknya . Sempat terlintas di benak sang ayah untuk memecat guru tersebut dan
pilihan memasukkan Hellen ke panti asuhan anak ialah pilihan yang terbaik .
Tetapi guru bersikeras untuk tetap mengajarkan kepada anak itu agar menjadi
lebih baik , dan ia mengatakan bahwa ke panti asuhan anak ialah pilihan yang
buruk bagi masa depan Hellen , ia juga mengatakan bahwa Hellen mempunyai
harapan dan cita cita yang besar dan Hellen ingin merasakan orang tua nya .
Sang ayah pun tetap tidak suka dengan guru tersebut . Akhirnya terdapat
pemecahan suatu masalah atau melalui perundingan keluarga . Si guru akan diberi
kesempatan untuk mengajar kepada Hellen lagi dengan dibatasi waktu satu minggu
. Si guru pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu meski waktu tersebut sangat
pendek dan sangat terbatas . Akhirnya sang guru pun menyetujui dengan syarat ,
Hellen harus tinggal bersamanya saja di sebuah rumah milik keluarga tersebut di belakang kebun yang
tempat tinggalnya belum pernah diketahui oleh Hellen . Dengan rasa berat sang
ayah pun memenuhi persyaratan itu karena sudah terjadi sebuah perjanjian . Satu
minggu waktu yang tidak disia-siakan oleh si guru . Si guru pun memulai
mengajari untuk mengenal lingkungan baru yang tidak bersama ayah dan ibunya .
Awalnya Hellen sangat takut ketika ia menyadari ia hanya tinggal bersama si
guru tersebut . Hellen pun terlihat lelah seharian mengamuk , kemudian ia
bersembunyi di bawah kasur untuk beberapa waktu yang lama . Ketika beberapa
lama tinggal bersama si guru , Hellen pun mulai bisa beradaptasi dengan keadaan
itu , keadaan di rumah itu dan dapat beradaptasi dekat dengan si guru . Si guru
pun mulai mengajari mengeja kata kata benda yang ada di sekelilingnya , kata
pertama yang diajarkan adalah D-O-L-L , karena dia suka dengan boneka itu , dan
juga kata kata yang lain . Hingga beberapa kata telah dikuasai oleh Hellen . Si
guru pun juga mulai mengajari makan menggunakan sendok , mengajari untuk
menjadi anak yang lebih lembut , mengajari untuk melipat serbet dan lain lain .
Meskipun di sela sela waktu mengajar Hellen sempat untuk marah dan mengamuk
lagi , tapi hal semua itu bisa diatasi oleh si guru dengan mudah . Satu minggu
berselang , meskipun belum bisa memahami total tapi Hellen setidaknya sudah
banyak mengetahui apa yang ada di sekelilingnya . Pada waktu itu si ibu melihat
banyak perubahan yang terjadi pada Hellen , Hellen rela kelaparan jika makan
tidak menggunakan sendok , Hellen pun dapat menunjukkan bahwa dia bisa makan
secara beretika menggunakan sendok dengan pelan pelan . Si ibu pun langsung
memeluk Hellen dengan serapat-rapatnya , bukti bahwa si ibu sangat rindu dan
bangga pada Hellen anaknya itu . Sang ayah pun juga ikut gembira dan senang ,
sang ayah sempat menyesal telah berbicara kasar pada si guru itu . Sang ayah
pun bersedia agar si guru tersebut melanjutkan mengajar lagi pada anaknya
Hellen . Dan kembali mengajar lagi di rumah orang tua Hellen kembali bukan
rumah yang berada di belakang kebun itu . Si guru pun menyetujui dan kembali
lagi untuk mengajar Hellen . Ketika kembali ke rumah itu Hellen sangat banyak
perubahan , dari anak yang pemarah sekarang menjadi anak yang manis dan lembut
. Si guru pun juga senang karena separuh dari perjuangannya mengajar Hellen
akan berhasil . Si guru pun mulai mengajari kembali mengeja kata kata , tetapi
sekarang bukan lah kata benda yang diajarkan pada Hellen , tetapi kata seperti
M-O-T-H-E-R dan F-A-T-H-E-R . Kini ia bisa mengenal siapa ayah dan ibunya , dan
T-E-A-C-H-E-R , ia sekarang bisa mengenal juga gurunya . Dia sudah bisa
merasakan kasih sayang orang tua , guru , dan semua keluarganya . Kini Hellen
telah berubah , Hellen yang pemarah kini menjadi gadis yang manis lembut dan
ceria . Dan setelah ia besar ia menjadi orang yang sukses dan orang yang tidak
dapat diperhitungkan besar perjuangannya melewati semua itu .*kini kita bisa
ambil hikmah dari cerita ini , cerita yang berisi perjuangan untuk hidup ,
cerita nyata ini juga bisa mengatakan bahwa tidak ada yang sempurna di dunia
ini , kita harus berjuang dan jangan menyerah melewati semua ini*

![]() |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar