Senin, 26 November 2012

tugas bk



            Pada suatu hari lahirlah anak dari orang tua yang cukup sukses , dia bernama
Hellen , dia merupakan anak terakhir dari orang tua itu . Seorang anak perempuan
 yang cantik tetapi mempunyai banyak kekurangan . Dia mempunyai kekurangan
yang sangat berat untuk dirasakan keluarganya dan dirinya sendiri . Dia tidak bisa
 melihat , berbicara , dan mendengar . Keluarganya cukup sulit untuk menerima
kenyataan itu . Dan sempat terkadang di dalam benak sang keluarga , Hellen akan
dititipkan ke panti asuhan anak . Tetapi si ibu tidak mau bila anaknya dimasukkan
ke dalam panti , karena ibu lebih bisa merasakan apa yang dirasakan anaknya . Oleh
karena itu si ibu terus berusaha agar anaknya bisa merasakan seperti anak yang
normal lainnya . Akhirnya terpikir suatu jalan keluar oleh ibunya dengan memanggil
seorang guru yang dapat mengatasi dan membantu anak seperti Hellen . Dipanggil
lah seorang guru yang tegar dan mempunyai jiwa semangat yang tinggi . Dan dia
 yakin , dia pasti bisa mengatasi dan membantu Hellen agar bisa melakukan apapun
seperti anak normal lainnya meski tidak menggunakan tiga indera tersebut . Dia
selalu mencoba untuk membuat Hellen hidup menjadi lebih mandiri . Dan ingin merubah sifat Hellen yang pemarah , yang selalu manja kepada ibunya agar menjadi
lebih manis lembut dan mempunyai rasa sayang . Berbagai cara dilakukan oleh si guru agar dapat merubah sifat sifat Hellen itu . Meskipun Hellen tidak menyukai guru tersebut yang selalu mengatur Hellen . Kadang cara pengajaran guru tersebut sedikit kasar tetapi si ibu yakin itulah yang terbaik buat anaknya . Si guru memulai pengajarannya dengan memberikan suatu hadiah boneka . Hellen pun terlihat senang ketika menggendong boneka itu . Hellen sangat berbakat kata si guru , meskipun Hellen tidak dapat melihat namun Hellen masih bisa merasakan , buktinya ketika menggendong boneka itu , Hellen berusaha untuk menyamakan apa yang ada di dirinya dengan yang ada di boneka . Hellen mempunyai dua mata boneka pun juga sama , Hellen mepunyai hidung bonekanya pun juga mempunyai , Hellen mempunyai mulut di bawah hidung , dan rambut diatas kepala , boneka pun juga demikian . Hellen memang anak yang cerdas meskipun banyak kekurangan yang ia miliki . Tetapi ketika waktu selesai bermain dia masih bermain boneka , si guru mencoba untuk merebutnya . Tetapi Hellen malah marah dan mengamuk . Berbagai perabotan yang ada di kamar tersebut pun jadi berantakan dan pecah , tetapi setelah makan permen coklat yang dikasih ibunya , Hellen pun sedikit tenang . Si guru pun dapat menilai lagi , Hellen anak yang cerdas tetapi juga pemarah . Ini yang membuat perjuangan gurunya akan semakin berat . Keesokan harinya ketika waktu sarapan pun tiba , semua pun telah hadir di meja makan , termasuk Hellen dan gurunya itu . Tetapi konflik pun mulai terjadi ketika Hellen makan menggunakan tangan , si guru pun tidak terbiasa dengan keadaan ini meskipun sang keluarga sudah terbiasa dengan keadaan ini . Si guru pun mulai meminta waktu lagi untuk mengajari cara makan dengan baik , meskipun waktu itu adalah waktu untuk seluruh keluarga bersarapan . Sangat sulit untuk mengajarkan makan menggunakan sendok pada Hellen , karena selama ini Hellen belum mengetahui makan menggunakan sendok , dia hanya mengetahui makan menggunakan tangan , yang lebih cepat . Hellen pun mengamuk lagi , ketika makanan nya disembunyikan oleh si guru . Si guru pun mengajarkan makan menggunakan sendok , tetapi Hellen tidak suka dan tidak mau .   Terjadi lah pertengkaran diantara mereka , yang saling menampar menyiram air dan lainnya . Setelah beberapa lama akhirnya Hellen pun dapat makan menggunakan sendok meski ia terlihat takut dengan si guru . Kemudian si guru   pun kembali ke kamar dan melanjutkan  membaca buku-bukunya itu . Sang ayah pun marah dan tidak terima atas perlakuan guru tersebut kepada anaknya . Karena menurutnya cara sang guru tersebut terlalu kasar kepada anaknya . Sempat terlintas di benak sang ayah untuk memecat guru tersebut dan pilihan memasukkan Hellen ke panti asuhan anak ialah pilihan yang terbaik . Tetapi guru bersikeras untuk tetap mengajarkan kepada anak itu agar menjadi lebih baik , dan ia mengatakan bahwa ke panti asuhan anak ialah pilihan yang buruk bagi masa depan Hellen , ia juga mengatakan bahwa Hellen mempunyai harapan dan cita cita yang besar dan Hellen ingin merasakan orang tua nya . Sang ayah pun tetap tidak suka dengan guru tersebut . Akhirnya terdapat pemecahan suatu masalah atau melalui perundingan keluarga . Si guru akan diberi kesempatan untuk mengajar kepada Hellen lagi dengan dibatasi waktu satu minggu . Si guru pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu meski waktu tersebut sangat pendek dan sangat terbatas . Akhirnya sang guru pun menyetujui dengan syarat , Hellen harus tinggal bersamanya saja di sebuah rumah milik  keluarga tersebut di belakang kebun yang tempat tinggalnya belum pernah diketahui oleh Hellen . Dengan rasa berat sang ayah pun memenuhi persyaratan itu karena sudah terjadi sebuah perjanjian . Satu minggu waktu yang tidak disia-siakan oleh si guru . Si guru pun memulai mengajari untuk mengenal lingkungan baru yang tidak bersama ayah dan ibunya . Awalnya Hellen sangat takut ketika ia menyadari ia hanya tinggal bersama si guru tersebut . Hellen pun terlihat lelah seharian mengamuk , kemudian ia bersembunyi di bawah kasur untuk beberapa waktu yang lama . Ketika beberapa lama tinggal bersama si guru , Hellen pun mulai bisa beradaptasi dengan keadaan itu , keadaan di rumah itu dan dapat beradaptasi dekat dengan si guru . Si guru pun mulai mengajari mengeja kata kata benda yang ada di sekelilingnya , kata pertama yang diajarkan adalah D-O-L-L , karena dia suka dengan boneka itu , dan juga kata kata yang lain . Hingga beberapa kata telah dikuasai oleh Hellen . Si guru pun juga mulai mengajari makan menggunakan sendok , mengajari untuk menjadi anak yang lebih lembut , mengajari untuk melipat serbet dan lain lain . Meskipun di sela sela waktu mengajar Hellen sempat untuk marah dan mengamuk lagi , tapi hal semua itu bisa diatasi oleh si guru dengan mudah . Satu minggu berselang , meskipun belum bisa memahami total tapi Hellen setidaknya sudah banyak mengetahui apa yang ada di sekelilingnya . Pada waktu itu si ibu melihat banyak perubahan yang terjadi pada Hellen , Hellen rela kelaparan jika makan tidak menggunakan sendok , Hellen pun dapat menunjukkan bahwa dia bisa makan secara beretika menggunakan sendok dengan pelan pelan . Si ibu pun langsung memeluk Hellen dengan serapat-rapatnya , bukti bahwa si ibu sangat rindu dan bangga pada Hellen anaknya itu . Sang ayah pun juga ikut gembira dan senang , sang ayah sempat menyesal telah berbicara kasar pada si guru itu . Sang ayah pun bersedia agar si guru tersebut melanjutkan mengajar lagi pada anaknya Hellen . Dan kembali mengajar lagi di rumah orang tua Hellen kembali bukan rumah yang berada di belakang kebun itu . Si guru pun menyetujui dan kembali lagi untuk mengajar Hellen . Ketika kembali ke rumah itu Hellen sangat banyak perubahan , dari anak yang pemarah sekarang menjadi anak yang manis dan lembut . Si guru pun juga senang karena separuh dari perjuangannya mengajar Hellen akan berhasil . Si guru pun mulai mengajari kembali mengeja kata kata , tetapi sekarang bukan lah kata benda yang diajarkan pada Hellen , tetapi kata seperti M-O-T-H-E-R dan F-A-T-H-E-R . Kini ia bisa mengenal siapa ayah dan ibunya , dan T-E-A-C-H-E-R , ia sekarang bisa mengenal juga gurunya . Dia sudah bisa merasakan kasih sayang orang tua , guru , dan semua keluarganya . Kini Hellen telah berubah , Hellen yang pemarah kini menjadi gadis yang manis lembut dan ceria . Dan setelah ia besar ia menjadi orang yang sukses dan orang yang tidak dapat diperhitungkan besar perjuangannya melewati semua itu .*kini kita bisa ambil hikmah dari cerita ini , cerita yang berisi perjuangan untuk hidup , cerita nyata ini juga bisa mengatakan bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini , kita harus berjuang dan jangan menyerah melewati semua ini*
CERITA SEBUAH
PERJUANGAN
HIDUP


TUGAS BK
 













DIMAS WIJAYA KUSUMAX AP 126                                                          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar